Di Setubuhi 11 Pacarnya,Siswi SMK Bingung Hamil Dengan Pacar Yang Mana,Akhirnya...

Share:

banner


Siswi salah satu SMK di Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya ini berinisial MA (17) malu pergi sekolah karena hamil usai disetubuhi 11 pria. Tragisnya, laki-laki yang telah menebar janin di dalam perut MA tidak mau tanggung jawab.

MA pun harus menanggung malu. Cibiran dari teman teman dan tetangganya membuat ia malas untuk keluar rumah. MA menuntut pertanggungjawaban D (25), pacarnya yang terakhir. Ia ingin pemuda pengangguran itu bertangungjawab atas kehamilannya. Namun D tidak menggubrisnya.

Akhirnya keluarga MA lapor Polsek Bojonggambir. Petugas sigap. D dipanggil dab dari hasil pemeriksaan terungkap jika korban telah disetubuhi oleh 11 orang. Mereka melakukan perbuatan tak senonoh itu di waktu dan tempat yang berbeda.

Guna mengungkap kasus ini Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, turun tangan.
Menurut Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Bripka Josner Ringo, kasus tersebut terungkap setelah korban mengaku hamil kepada orang tuanya. Kemudian orang tua korban melaporkannya ke Polsek Bojonggambir.

Sebelas orang telah diamankan dan kini masih diperiksa intensif anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya. Kepada polisi korban mengaku, laki-laki terakhir yang menyetubuhinya adalah D. Perbuatannya dilakukan sejak 2013 sampai 2015.

“Korban masih dibawah umur. Para pelaku dijerat undang undang perlindungan anak,” kata Kanit, Selasa (28/4/2015) di ruang kerjanya.

Ditambahkan Kanit, polisi masih terus memintai keterangan pelaku terkait siapa yang melakukan pencabulan pertama, tempatnya di mana, modusnya bagaimana dan motifnya apa. Adapun tempat kejadiannya, hampir semuanya di Bojonggambir. Mereka melakukan perbuatan tak senonohnya itu di rumah para pelaku dan beberapa kali di gubuk.

Dari sebelas pelaku sebagian masih sekolah di tingkat SMP dan yang paling tua berusia 25 tahun. Terkait kasus ini Ketua GP Ansor Asep Muslim angkat bicara. Dia meminta para tersangka dihukum seberat-beratnya. “GP Ansor sendiri akan memantau proses hukum yang berlanjut tentang kasus pencabulan ini,” ucap Asep.

0 komentar