ARTIKEL TERBARU

Bencana Alam Terparah yang Terjadi Sepanjang Tahun 2018, Indonesia Berduka

Bencana tidak mengenal waktu dan tempat, jadi persiapkan dirimu
Peristiwa bencana alam merupakan suatu gejala alam yang mengakibatkan kerusakan terhadap kehidupan dan bahkan melumpuhkan total aktivitas manusia. Hal ini disebabkan oleh faktor alam itu sendiri atau bahkan dapat diakibatkan oleh kelalaian manusia itu sendiri. Bencana alam sendiri mungkin saja dapat diprediksi oleh beragam lembaga geologi yang ada, namun ada kalanya musibah bencana alam datang secara tiba-tiba.

Seperti beberapa tahun sebelumnya, 2018 merupakan tahun dimana beragam bencana alam terjadi baik di dalam maupun di luar negeri. Kejadian bencana alam terjadi di berbagai belahan dunia dan mengakibatkan kerusakan dalam skala besar hingga memerlukan bantuan dari negara lain dalam tahap perbaikan akibat dampak bencana tersebut. Berikut rangkuman 5 kejadian bencana alam terbesar sepanjang tahun 2018.


Gempa dan Tsunami Palu (Indonesia)


Indonesia merupakan negara yang paling rentan terkena musibah bencana gempa dan tsunami. Hal ini dikarenakan Indonesia berada dalam jalur pertemuan tiga lempeng tektonik yang dimana mempertemukan lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Maka jangan heran jika Indonesia sering dilanda bencana gempa dengan skala yang cukup besar.

Tanggal 28 September 2018 akan selalu dikenang oleh publik tanah air akan musibah gempa dan tsunami yang melanda kota Palu dan sekitarnya. Tercatat 2000 lebih nyawa terenggut atas musibah yang terjadi di pantai barat pulau Sulawesi dengan kekuatan 7.7 skala richter yang diikuti oleh gelombang tsunami. Akibatnya, kota Palu seketika lumpuh akan aktivitas masyarakat hingga kerusakan parah pada beberapa wilayah sekitar.

Bencana ini sontak menjadi perhatian dunia dan mengundang simpati dari negara sahabat hingga mengirimkan berbagai macam bantuan baik tenaga medis maupun logistik. Banyak pula bantuan dari berbagai wilayah di Indonesia yang mengirimkan bantuan berupa makanan dan berbagai macam logistik lainnya.



Banjir Kerala (India)


Banjir bandang yang terjadi tanggal 14 agustus 2018 di negara bagian Kerala, India ini merupakan salah satu musibah banjir terparah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Diperkirakan akibat musibah ini, 400 korban meninggal dan ratusan ribu jiwa harus mengungsi ke tempat-tempat yang telah disediakan.

Kejadian ini disebabkan oleh hujan muson yang mengakibatkan debit air di beberapa bendungan menjadi meluap dan tidak dapat menampung lagi air yang datang. Namun sebelum kejadian tersebut terjadi, pemerinah telah menghimbau kepada masyarakat Kerala bahwa wilayah mereka tersebut merupakan salah satu tempat yang akan dilanda musibah banjir akibat pengelolaan air yang tidak baik.

Letusan Gunung Fodeo (Guatemala)


Letusan gunung berapi terjadi di negara Guatemala atau tepatnya di desa El Rodeo pada tanggal 3 Juni 2018. Diperkirakan 110 orang lebih meninggal dan beberapa lainnya dinyatakan hilang sejak penghentian pencarian tanggal 18 Juni 2018. Kejadian ini diakibatkan letusan gunung Fodeo di desa El Rodeo yang diikuti oleh semburan gas beracun dari erupsi gunung berapi tersebut. Akibatnya, desa El Rodeo seketika tertimbun oleh debu vulkanik dan 1.7 Juta penduduk guatemala terkena dampak akibat kejadian ini. 

Gempa Bumi Lombok (Indonesia)


Dari sekian gempa bumi yang terjadi di negara Indonesia, gempa Palu dan Lombok merupakan yang terbesar tahun ini. Gempa bumi Lombok, Nusa Tenggara Timur terjadi pada tanggal 29 Juli 2018, atau beberapa bulan sebelum gempa dan tsunami melanda kota palu. Dengan kekuatan 6.4 - 7.0 skala richter, gempa lombok tercatat merenggut korban jiwa hingga 555 orang dan setidaknya 400.000 orang harus mengungsi ke tempat pengungsian.

Gempa lombok yang terasa hingga provinsi Nusa Tenggara Barat diperkirakan terjadi akibat lapuknya endapan gunung berapi berusia sekitar 10 juta tahun. Atas kejadian tersebut, kota lombok rusak parah dan memerlukan proses perbaikan jangka panjang seperti di kota Palu.

Banjir Jepang Barat (Jepang)


Bencana banjir Jepang yang terjadi tanggal 28 Juni 2018 merupakan salah satu banjir terparah di Jepang dalam beberapa tahun terakhir yang memakan korban jiwa hingga 200 lebih orang dan beberapa lainnya dinyatakan hilang. Banjir di Negara Sakura ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Jepang beberapa hari hingga meluapnya air.

Akibatnya, puluhan ribu jiwa harus mengungsi dan pemerintah Jepang harus mengerahkan 70 personil gabungan untuk merehabilitasi kota yang terkena dampak bencana tersebut. Beberapa negara juga memberikan bantuan logistik dan tenaga dalam proses penanganan dan perbaikan.

Itulah tadi rangkuman beberapa musibah bencana besar yang terjadi di berbagai belahan dunia sepanjang tahun 2018. Bencana bisa datang kapan saja tanpa ada permisi, oleh sebab itu kita wajib untuk selalu waspada dan lebih bersahabat lagi kepada alam.

Tsunami Selat Sunda (Indonesia)


Korban tsunami yang terjadi di Selat Sunda, khususnya Anyer, Serang dan Kabupaten Pandenglang, serta Lampung Selatan terus bertambah.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (23/12) pukul 07.00, korban meninggal 43 orang, 2 orang hilang, dan 584 lainnya luka-luka.

Sementara kerugian fisik, meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pendataan masih terus dilakukan.

Dengan demikian, kata Sutopo, kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah.

“Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan persnya yang diterima Tirto, Minggu (23/12/2018).

Pada Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.30 WIB, masyarakat sekitar Pantai Anyer dan Lampung Selatan dikagetkan dengan air laut yang naik dan menerjang bangunan di sekitar pantai. Kejadian ini bersamaan dengan angin kencang.

Berdasarkan keterangan Sutopo, fenomena itu disebabkan oleh gelombang pasang. Apalagi saat itu sedang bulan purnama, sehingga menyebabkan permukaan air laut naik.






Tidak ada komentar